Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan

Cara Install Ubuntu 16.04.4 LTS

Admin 20.20 0

Pada tutorial ini kita akan menginstall keduanya secara terpisah. Tujuannya adalah jika terjadi masalah pada OS Windows, maka tidak akan berdampak pada Ubuntu, begitu juga sebaliknya. Untuk itu kita membutuhkan setidaknya 3 partisi baru untuk melakukan dual boot ini.
  • Partisi Boot: Lokasi di mana kita akan meletakkan GRUB Ubuntu.
  • Partisi Swap: Partisi yang digunakan untuk Swap file, fungsinya adalah sebagai tambahan memory jika RAM sudah penuh.
  • Partisi Root: Lokasi di mana kita akan menginstall Ubuntu.
  • Partisi Home (Opsional): Home adalah lokasi di mana kita akan menyimpan file pribadi (documents, music, picture, dll). Karena sifatnya opsional, kita boleh menambahkannya atau menjadikannya satu dengan partisi Root.
Persiapan untuk instalasi Ubuntu:
  • Komputer atau Laptop berbasis Windows ( 7, 8x, atau 10).
  • USB Flashdisk (minimal 4 GB), kamu juga bisa menggunakan DVD disc.
  • File ISO Ubuntu 16.04 LTS (unduh di sini).
  • Rufus (unduh di sini).
Oke, jika semua persiapan telah dipenuhi, langsung saja kita menuju ke tahap-tahap instalasi dual boot Linux Ubuntu dengan Windows berikut ini.

Tahap 1: Menyiapkan Partisi Kosong Untuk Ubuntu

Berhubung kita akan melakukan instalasi secara terpisah, kita perlu memecah harddisk terlebih dahulu menjadi dua bagian. Pada umumnya komputer Windows memiliki 2 partisi, yakni Partisi C (tempat file sistem Windows) dan Partisi D (tempat file atau data pribadi). Nah, partisi D inilah yang akan kita bagi menjadi dua bagian.
Apakah semua file yang ada di dalam partisi D akan hilang? Jawabannya tidak. Karena kita akan menggunakan metode Shrink Volume untuk memecahnya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan kehilangan semua data penting pada partisi D, jika langkah-langkahnya dilakukan dengan benar. Silakan baca: Cara Membuat Partisi Baru di Harddisk Komputer Windows.
Setelah berhasil membuat partisi baru, langsung saja kita menuju ke tahap pembuatan bootable Ubuntu menggunakan USB flashdisk.

Tahap 2: Membuat Bootable USB Flashdisk Ubuntu

Untuk melakukan instalasi Ubuntu bisa dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan DVD dan USB Flashdisk. Jika kamu memilih menggunakan DVD disc, kamu tinggal melakukan burning file ISO ke DVD menggunakan metode Burn image to disc.
Namun tidak semua komputer memiliki fasilitas DVD Room. Untuk itu kamu perlu menggunakan USB Flashdisk sebagai installer-nya. Tutorial tentang cara membuat bootable USB flashdisk Ubuntu bisa kamu baca pada halaman ini.

Tahap 3: Melakukan Booting ke Bootable USB Flashdisk Ubuntu

Setelah pembuatan bootable USB Flashdisk selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan booting. Pastikan USB flashdisk ditancapkan ke komputer atau laptop kamu. Setelah itu restart komputer, lalu masuk ke menu Boot option dengan cara menekan tombol F2, Esc, F12 atau tombol lainnya pada saat restart (setiap merk laptop berbeda-beda).
Setelah berhasil masuk ke menu Boot option, silakan lakukan booting ke USB flashdisk dan tekan Enter. Jika menggunakan DVD disc, silakan dipilih Internal CD/DVD ROM Drive. Lebih jelasnya silakan dilihat gambar di bawah ini.

cara install dual boot ubuntu dan windows

Tahap 4: Melakukan Instalasi Ubuntu + Membuat Partisi

Setelah melakukan booting ke installer Ubuntu, kita akan disuguhi oleh dua pilihan, yaitu Try Ubuntu dan Install Ubuntu. Kamu bisa memilih Try Ubuntu untuk sekedar mencoba bagaimana rasanya menggunakan Ubuntu. Namun jika kamu ingin langsung melakukan instalasi, silakan pilih bahasa yang digunakan (bahasa Inggris) dan klik Install Ubuntu.
cara install dual boot ubuntu dan windows

Selanjutnya pilih “I don’t want to connect to a wi-fi network right now”, lalu klik Continue.

cara install dual boot ubuntu dan windows
Pada bagian ini kita cukup mencentang pilihan “Install third-party software for graphic and Wi-Fi hardware, Flash, MP3 and other media” saja. Jika kita melakukan download update pada saat ini, akan membuat proses instalasi berjalan lama dan berpotensi error jika koneksi internet kamu tiba-tiba terputus.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Pada Installation type, pilih Something else dan klik Continue.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Pada tahap ini kita bisa melihat semua partisi yang ada pada harddisk, termasuk partisi kosong (Free space) yang telah kita pecah dari partisi D pada langkah sebelumnya.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memecah partisi kosong tersebut (Free space) menjadi beberapa partisi sebagai berikut:
Partisi Boot: kita akan membuat partisi boot sebesar 1 GB (1024 Mb). Caranya klik partisi kosong (Free space), tekan tombol + (tambah) di bawahnya. Lalu sesuaikan semua pengaturannya seperti gambar di bawah ini. Setelah selesai, klik tombol Ok.
cara install dual boot ubuntu dan windows

Partisi Swap: di sini menggunakan ruang sebesar 4096 Mb (4 GB) untuk Swap file. Disarankan ukurannya sebesar 2x kapasitas RAM komputer kamu. Jika komputermu memiliki RAM 2 GB, maka ukuran Swap kita atur sebesar 4 GB. Lakukan seperti langkah sebelumnya dan sesuaikan seperti pengaturan di bawah ini.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Partisi Root: Partisi ini merupakan tempat OS Ubuntu akan di-install. Untuk ukurannya silakan disesuaikan dengan kebutuhan kamu, namun pastikan ukuran partisi root ini tidak kurang dari 10 GB. Di sini menggunakan sekitar 27 GB space untuk menginstall Ubuntu. Selengkapnya, lihat gambar di bawah ini.

cara install dual boot ubuntu dan windows
Partisi Home: Partisi ini merupakan opsional (jika diperlukan saja) dan sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Di sini tidak menggunakan partisi Home karena file dokumen Konyoha jadikan satu dengan partisi Root (27 GB).
Jika semua partisi yang diperlukan berhasil dibuat, penampakannya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Langkah selanjutnya ubah Device for boot loader installation ke partisi boot. Dalam contoh ini, partisi boot adalah /dev/sda5.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Setelah itu lakukan proses instalasi dengan meng-klik tombol Install Now, lalu klik Continue untuk melanjutkannya.
Berikutnya pilih lokasi kamu berada, dalam contoh ini kita pilih Jakarta dan klik Continue.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Untuk Keyboard Layout, biarkan saja dalam posisi default (English US), klik Continue.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Lalu inputkan nama kamu, nama komputer, username dan password. Selengkapnya perhatikan gambar berikut ini.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Setelah itu tunggu proses instalasi sampai selesai, biasanya membutuhkan waktu beberapa menit. Setelah selesai, langsung restart komputer kamu dan cabut USB Flashdisk.
Setelah komputer berhasil menyala, maka kamu akan masuk ke GRUB Ubuntu. Di sana terdapat beberapa pilihan untuk booting. Kamu tinggal pilih Ubuntu untuk mulai menggunakan Ubuntu, atau pilih Windows 7 loader untuk menggunakan Windows 7.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Setelah booting ke Ubuntu, kamu akan masuk ke halaman login. Masukkan password yang kamu buat pada saat instalasi tadi.
cara install dual boot ubuntu dan windows
Selesai, berikut adalah tampilan desktop Ubuntu 16.04 LTS.


cara install dual boot ubuntu dan windows


sumber : https://www.konyoha.com/cara-install-dual-boot-ubuntu-windows/

Pengenalan Ubuntu

Admin 19.51 0


Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama". Ubuntu dirancang untuk kepentingan penggunaan pribadi, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas.
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.

Ubuntu mempunyai filosofi sebagai berikut :
  • bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
  • bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik
  • bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan tanpa halangan apapun.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

Sejarah dan Pengembangan 

Ubuntu adalah salah satu proyek andalan Debian. Sasaran awal Ubuntu adalah menciptakan sistem operasi desktop Linux yang mudah dipakai. Ubuntu dijadwalkan dirilis setiap 6 bulan sehingga sistem Ubuntu dapat terus diperbarui.
Ubuntu pertama kali dirilis pada 20 Oktober 2004. Semenjak itu, Canonical telah merilis versi Ubuntu yang baru setiap 6 bulan sekali. Setiap rilis didukung selama 18 bulan untuk pembaruan sistem, keamanan, dan kesalahan (bug). Setiap 2 tahun sekali (versi xx.04 dengan x angka genap) akan mendapatkan Long Term Support(LTS) selama 3 tahun untuk desktop dan 5 tahun untuk edisi server. Namun Ubuntu 12.04 yang dirilis pada April 2012 mendapatkan pembaruan sistem selama 5 tahun. Perpanjangan dukungan ini bertujuan untuk mengakomodasi bisnis dan pengguna IT yang bekerja pada siklus panjang dan pertimbangan biaya yang mahal untuk memperbarui sistem.
Paket-paket software Ubuntu berasal dari paket tidak stabil Debian; Ubuntu memakai format paket dan manajemen paket Debian (APT dan Synaptic). Paket Debian dan Ubuntu seringkali tidak cocok. Paket Debian sering kali perlu dibuat ulang dari source agar dapat dipakai di Ubuntu, begitu juga sebaliknya. Ubuntu bekerja sama dengan Debian untuk berusaha agar perubahan-perubahan sistem Ubuntu mengarah kembali ke Debian, namun hal ini hampir tak terlaksana. Penemu Debian, Ian Murdock, pernah berkata bahwa paket Ubuntu berpotensi mengarah terlalu jauh dari Debian. Sebelum setiap rilis Ubuntu, paket-paket diambil dari paket tidak stabil Debian dan digabung dengan modifikasi Ubuntu. Sebulan sebelum perilisan, pengambilan paket dihentikan dan kerja selanjutnya adalah memastikan paket-paket yang sudah diambil bekerja dengan baik.
Ubuntu sekarang dibiayai oleh Canonical Ltd. Pada 8 Juli 2005 Mark Shuttleworth mendirikan pendirian Ubuntu Foundation dan memberikan pendanaan awal sebesar US$10 juta. Tujuan dari pendirian yayasan ini adalah untuk memastikan pengembangan dan dukungan semua versi Ubuntu dapat terus berjalan.
Pada 31 Oktober 2011, Mark Shuttleworth mengumumkan bahwa Ubuntu 14.04 akan mendukung smartphone, tablet, dan smart TV. Dan desain-desainnya pun sudah mulai dirancang.

Fitur

Ubuntu terdiri dari banyak paket, kebanyakan berasal dari distribusi di bawah lisensi lisensi software bebas. Namun, beberapa software khususnya driver menggunakan Proprietary software. Lisensi yang pada umumnya adalah GNU General Public License (GNU GPL) dan GNU Lesser General Public License (GNU LGPL), dengan tegas menyatakan bahwa pengguna dengan bebas dapat menjalankan, menggandakan, mempelajarai, memodifikasi, dan mendistribusikan tanpa pembatasan apapun. Namun tetap ada software proprietary yang dapat berjalan di Ubuntu. Ubuntu berfokus pada ketersediaan kegunaan pada orang disfungsi, keamanan dan stabilitas. Ubuntu juga berfokus pada internasionalosasi dan aksesibilitas untuk dapat menjangkau sebanyak-banyaknya orang. Dalam hal keamanan, perangkat sudo dapat meningkatkan privilage secara sementara untuk melakukan tugas administratif, sehingga akun root dapat terus terkunci, dan mencegah orang tidak terauthorisasi melakukan perubahan sistem atau membuka kelemahan keamanan.
Desktop Ubuntu memakai desktop environment graphis. Sebelum Ubuntu 11.04 interaksi grafis pengguna adalah GNOME , namun setelah versi 11.04, berubah menjadi Unity. Unity adalah interface yang dikembangkan oleh Canonical yang awalnya dirancang untuk edisi Netbook.
Ubuntu terinstall dengan banyak software multiguna diantaranya
  • Perangkat dokumen
    • LibreOffice
  • Peramban
    • Mozilla Firefox
  • E-Mail browser
    • Mozilla Thunderbird
  • Game-game ringan
    • Sudoku
    • Chess
    • mines
dan beberapa software juga termasuk ke dalam CD installasi sebelum Ubuntu 11.04 sepert Transmision, GIMP. Namun software tersebut dihilangkan dari CD installasi karena ukurannya yang besar. Ubuntu juga dapat menjalankan program Windows lewat Wine atau Virtual Machine (seperti VMware workstation atau Virtual Box).
Ubuntu, tidak seperti Debian, mengompile paket mereka menggunakan fitur gcc seperti PIE dan proteksi Buffer Overflow untuk memproteksi software mereka. Fitur Ekstra tersebut menambah keamanan secara signifikan dengan pemakaian performance hanya 1% pada 32 bit dan 0,01% pada 64 bit.


Persyaratan Sistem

Versi Desktop Ubuntu sekarang mendukung x86 32 bit dan 64 bit. Dukungan tidak resmi juga tersedia untuk PowerPC, IA-64 (Itanium), Playstation 3 (Namun Sony telah mencabut dukungan untuk OtherOS lain pada 1 April 2011), dan beberapa handphone.GPU yang didukung diperlukan untuk menjalankan efek visual seperti Unity Shell. Dalam kasus GPU yang tidak memadai, Unity dapat direduksi menjadi Unity 2D yang membutuhkan hardware yang lebih rendah.
Kebutuhan Minimal[ Server Desktop
Processor 300 MHz 700 MHz
Memory (RAM) 128 MiB 512 MiB
Hard Drive (ruang kosong) 1 GB 5 GB
Monitor Resolution 640×480 640×480

Cara Menggunakan Rufus Untuk Bootable Di Flashdisk

Admin 19.18 0

Penggunaan bootable USB flash drive (flashdisk, memory stick dan yang lainnya) akan sangat bermanfaat bagi seorang teknisi komputer atau pemilik komputer, terutama netbook atau notebook yang tidak memiliki CD/DVD drive. Selain lebih cepat dalam proses instalasi dibandingkan menggunakan media CD/DVD, menggunakan USB mempermudah kita untuk update BIOS, recovery password atau mencoba, memeriksa dan menganalisa sebuah sistem operasi.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat bootable pada media USB flash drive adalah Rufus. Dengan ukuran yang sangat kecil (hanya 459 KB), aplikasi ini juga bersifat gratis (lisensi GNU GPL versi 3) dan portable.
ttp://dosen.gufron.com/tutorial/membuat-media-instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/
Rufus juga memiliki opsi FreeDOS, sehingga kita dapat menggunakannya untuk booting komputer dalam modus DOS (Disk Operating System). Modus DOS sangat bermanfaat terutama dalam melakukan proses upgrade BIOS yang membutuhkan DOS command prompt.

Instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/Berdasarkan website resmi pengembang Rufus, aplikasi Rufus mampu bekerja dua kali lebih cepat dibandingkan program sejenis seperti WiNToBootic v1.2, RMPrepUSB v2.1.638, UNetbootin v1.1.1.1, Universal USB Installer v1.8.7.5 atau Windows 7 USB/DVD Download Tool v1.0.30 ketika melakukan pembuatan USB bootable untuk Windows 7 x64 menggunakan komputer prosesor Core 2 Duo, memori 4 GB, dan USB 3.0 controller serta 16 GB USB 3.0 ADATA S102 flash drive serta sistem operasi Windows 7 x64.

Rufus mendukung pembuatan bootable USB untuk banyak sistem operasi, antara lain Arch Linux, Archbang, BartPE/pebuilder, CentOS, Damn Small Linux, Fedora, FreeDOS, Gentoo, gNewSense, Hiren's Boot CD, LiveXP, Knoppix, Kubuntu, Linux Mint, NT Password Registry Editor, OpenSUSE[/link], Parted Magic, Slackware, Tails, Trinity Rescue Kit, Ubuntu, Ultimate Boot CD, Windows XP (SP2 or later), Windows Server 2003 R2, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, dan yang lainnya.

Menggunakan Rufus

Menggunakan Rufus sangatlah mudah. Setelah mendownload aplikasi Rufus, klik ganda untuk mulai
menjalankannya.
Gufron Rajo Kaciak

Apabila flash disk sudah dicolokan ke komputer, secara otomatis Rufus akan mendeteksi drive, sistem file, ukuran cluster dan volume label flash disk tersebut.
Gufron Rajo Kaciak


Jika Rufus tidak mendeteksi USB yang dicolokan tersebut, tampilkan opsi tingkat lanjut dengan menekan icon disebelah teks Format Options. Kemudian, tandai opsi List fixed (non-flash) or unpartitioned USB disks.
Gufron Rajo Kaciak

Untuk menjadikan flash disk sebagai bootable sistem operasi, pada bagian opsi Create a bootable disk using, gunakan pilihan ISO image. Setelah itu klik icon drive untuk memilih file ISO sistem operasi yang akan dimasukan ke dalam flash disk. Secara otomatis Rufus akan menggunakan data ISO tersebut untuk kebutuhan pembuatan USB bootable. Biarkan opsi Quick formaat tetap aktif, agar proses format partisi menjadi lebih cepat.
Gufron Rajo Kaciak

Selanjutnya, klik tombol Start untuk memulai proses penulisan ke flash disk. Rufus akan menampilkan peringatan, bahwa seluruh data yang ada pada flash disk akan dihapus.Gufron Rajo Kaciak

Klik tombol OK untuk memulai proses pembuatan bootable USB atau Cancel untuk membatalkan.Gufron Rajo Kaciak

Setelah itu, pertama sekali Rufus akan melakukan format terhadap USB flash drive yang ditentukan. Setelah selesai, baru melakukan penyalinan file-file yang ada dalam file ISO.
Gufron Rajo Kaciak

Setelah proses pembuatan bootable USB selesai, klik tombol Close untuk menutup Rufus.Gufron Rajo Kaciak

Untuk menggunakan USB flash drive sebagai media instalasi, lakukan pengaturan pada BIOS agar device yang pertama dibaca saat booting (Boot devices priority) adalah USB flash drive.

Untuk download aplikasi Rufus terbaru (Rufus 1.4.6), silahkan klik disini:
Rufus

sumber : http://dosen.gufron.com/tutorial/membuat-media-instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/