Tampilkan postingan dengan label windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label windows. Tampilkan semua postingan

Cara Menggunakan Rufus Untuk Bootable Di Flashdisk

Admin 19.18 0

Penggunaan bootable USB flash drive (flashdisk, memory stick dan yang lainnya) akan sangat bermanfaat bagi seorang teknisi komputer atau pemilik komputer, terutama netbook atau notebook yang tidak memiliki CD/DVD drive. Selain lebih cepat dalam proses instalasi dibandingkan menggunakan media CD/DVD, menggunakan USB mempermudah kita untuk update BIOS, recovery password atau mencoba, memeriksa dan menganalisa sebuah sistem operasi.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat bootable pada media USB flash drive adalah Rufus. Dengan ukuran yang sangat kecil (hanya 459 KB), aplikasi ini juga bersifat gratis (lisensi GNU GPL versi 3) dan portable.
ttp://dosen.gufron.com/tutorial/membuat-media-instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/
Rufus juga memiliki opsi FreeDOS, sehingga kita dapat menggunakannya untuk booting komputer dalam modus DOS (Disk Operating System). Modus DOS sangat bermanfaat terutama dalam melakukan proses upgrade BIOS yang membutuhkan DOS command prompt.

Instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/Berdasarkan website resmi pengembang Rufus, aplikasi Rufus mampu bekerja dua kali lebih cepat dibandingkan program sejenis seperti WiNToBootic v1.2, RMPrepUSB v2.1.638, UNetbootin v1.1.1.1, Universal USB Installer v1.8.7.5 atau Windows 7 USB/DVD Download Tool v1.0.30 ketika melakukan pembuatan USB bootable untuk Windows 7 x64 menggunakan komputer prosesor Core 2 Duo, memori 4 GB, dan USB 3.0 controller serta 16 GB USB 3.0 ADATA S102 flash drive serta sistem operasi Windows 7 x64.

Rufus mendukung pembuatan bootable USB untuk banyak sistem operasi, antara lain Arch Linux, Archbang, BartPE/pebuilder, CentOS, Damn Small Linux, Fedora, FreeDOS, Gentoo, gNewSense, Hiren's Boot CD, LiveXP, Knoppix, Kubuntu, Linux Mint, NT Password Registry Editor, OpenSUSE[/link], Parted Magic, Slackware, Tails, Trinity Rescue Kit, Ubuntu, Ultimate Boot CD, Windows XP (SP2 or later), Windows Server 2003 R2, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, dan yang lainnya.

Menggunakan Rufus

Menggunakan Rufus sangatlah mudah. Setelah mendownload aplikasi Rufus, klik ganda untuk mulai
menjalankannya.
Gufron Rajo Kaciak

Apabila flash disk sudah dicolokan ke komputer, secara otomatis Rufus akan mendeteksi drive, sistem file, ukuran cluster dan volume label flash disk tersebut.
Gufron Rajo Kaciak


Jika Rufus tidak mendeteksi USB yang dicolokan tersebut, tampilkan opsi tingkat lanjut dengan menekan icon disebelah teks Format Options. Kemudian, tandai opsi List fixed (non-flash) or unpartitioned USB disks.
Gufron Rajo Kaciak

Untuk menjadikan flash disk sebagai bootable sistem operasi, pada bagian opsi Create a bootable disk using, gunakan pilihan ISO image. Setelah itu klik icon drive untuk memilih file ISO sistem operasi yang akan dimasukan ke dalam flash disk. Secara otomatis Rufus akan menggunakan data ISO tersebut untuk kebutuhan pembuatan USB bootable. Biarkan opsi Quick formaat tetap aktif, agar proses format partisi menjadi lebih cepat.
Gufron Rajo Kaciak

Selanjutnya, klik tombol Start untuk memulai proses penulisan ke flash disk. Rufus akan menampilkan peringatan, bahwa seluruh data yang ada pada flash disk akan dihapus.Gufron Rajo Kaciak

Klik tombol OK untuk memulai proses pembuatan bootable USB atau Cancel untuk membatalkan.Gufron Rajo Kaciak

Setelah itu, pertama sekali Rufus akan melakukan format terhadap USB flash drive yang ditentukan. Setelah selesai, baru melakukan penyalinan file-file yang ada dalam file ISO.
Gufron Rajo Kaciak

Setelah proses pembuatan bootable USB selesai, klik tombol Close untuk menutup Rufus.Gufron Rajo Kaciak

Untuk menggunakan USB flash drive sebagai media instalasi, lakukan pengaturan pada BIOS agar device yang pertama dibaca saat booting (Boot devices priority) adalah USB flash drive.

Untuk download aplikasi Rufus terbaru (Rufus 1.4.6), silahkan klik disini:
Rufus

sumber : http://dosen.gufron.com/tutorial/membuat-media-instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/

Cara Membagi Partisi Harddisk Windows 10

Admin 18.54 0
Cara membagi partisi harddisk di Windows 10 tidak jauh berbeda dengan Windows-Windows sebelumnya, Windows 8, Windows 7, yang membedakan hanyalah tampilan awal cara masuk untuk menuju ke menu Computer Management.
Umumnya laptop yang baru kita beli harddisknya hanya ada drive C, untuk kamu yang ingin menambah drivenya dapat mempartisi/membaginya.

Local Harddisk hanya C saja

Masuk ke menu Computer Management,
Untuk masuk ke menu Computer Management dapat dilakukan dengan beberapa cara

Cara pertama :

• Buka File Explorer (gambar folder  di Toolbars yang defaultnya berada di bawah )

• Klik kanan pada This PC, kemudian pilih Manage, maka akan muncul jendela Computer Management.
Cara lain untuk menuju ke Computer Management :

• Tekan logo Windows pada keyboard kemudian ketikkan Computer Management, akan otomatis diarahkan ke pencarian dan akan muncul menu Computer Management, kemudian klik pada Computer Management.


Setelah berada di jendela Computer Management, kita siap  mulai untuk membagi partisi.

• Masuk ke Disk Management, yang berada di sub menu Storage



Pada contoh diperlihatkan jumlah fisik disknya hanya ada 1 yaitu Disk 0 yang dipakai untuk system Reserved dan untuk drive C.
Yang akan dibagi partisinya yaitu yang drive C

• Klik kanan pada partisi C
• Pilih/klik Shrink Volume,



 Akan muncul proses querying beberapa saat, kemudian akan muncul dialog untuk mengisi besaran partisi yang akan dibagi

Pada contoh hardisk hanya berkapasitas 80GB,
• Tuliskan berapa besar kapasitas partisi yang baru, dalam contoh aku menginginkan sekitar 40 GB, kemudian klik tombol Shrink. (untuk hardisk punya kamu silakan sesuaikan).


Partisi baru sudah muncul, selanjutnya kita harus membuat volume baru dan kemudian memformatnya


• Klik kanan pada Unallocated
• Pilih New Simple Volume



• Akan muncul Wizard, klik Next, kemudian muncul dialog untuk mengisi berapa kapasitas drive yang baru yang akan dibuat, pada contoh aku pakai maksimal sejumlah yang tadi dishrink. kemudian klik Next.



• Pada jendela selanjutnya kamu ingin menjadikan drive baru sebagai drive apa? D, E, F dll.hanya yang available yang bisa dipilih. Kemudian klik Next.


• Jendela selanjutnya yaitu format partition, kalau mau ganti nama isi pada kolom Volume Label, klik Next



• Kemudian akan muncul Summary tentang volume yang baru dibuat, klik Finish.
• Drive baru sudah muncul, bisa dilihat melalui File Explorer.